Wednesday, 17 December 2014

Komplikasi Saraf Penderita Diabetes


Komplikasi saraf penderita diabetes. Sistem saraf bisa diibaratkan sebagai sebuah Sistem kelistrikan yang berpusat di otak, sumsum tulang belakang (terselip di dalam ruas-ruas tulang belakang), dan kabel-kabel saraf di seluruh tubuh. Kabel saraf ini mirip kabel listrik. Kalau kita ingin menyalakan televisi, ia harus mendapatkan sumber listrik terlebih dahulu melalui kabel yang dihubungkan ke sumber listrik. Demikian pula dengan otot. Agar bisa berkreativitas, otot harus mendapatkan sumber listrik, yang didapat melalui "kabel saraf. Saat otak memerintahkannya bergerak, otot pun akan bergerak.
Sistem saraf juga bisa terkena dampak dari penyakit diabetes. Komplikasi pada susunan saraf biasanya disebut neuropati. Neuropati dapat terjadi pada saraf dari beberapa organ berikut:
1.       Neuropati pada tungkai dan kaki
Gejala neuropati ini paling terasa pada tungkai bawah dan kaki sebelah kiri dan  kanan. Yang paling sering dirasakan adalah kesemutan. Pada stadium lebih lanjut, dapat terjadi baal (kebas/mati rasa). Terkadang dapat juga terasa panas (seperti kena cabai). Pada sebagian orang, neuropati dapat menyebabkan nyeri, berdenyut terus-menerus (neuralgi). Jika kondisinya sudah demikian, maka biasanya tidur pun akan terganggu.
2.       Neuropati pada saluran pencernaan
Neuropati pada saluran cerna dapat menyebabkan diare. Diare ini biasanya terjadi pada malam hari sehingga disebut juga nocturnal diarrhe atau diare malam hari. Neuropati pada saluran cerna juga dapat menyebabkan konstipasi (sulit buang air besar).
3.       Neuropati kandung kencing

Neuropati pada kandung kencing dapat menyebabkan kencing tidak lancar. Keluhan ini makin berat jika disertai infeksi di saluran tersebut.


No comments:

Post a Comment