Komplikasi saraf penderita diabetes. Sistem saraf bisa diibaratkan
sebagai sebuah Sistem kelistrikan yang berpusat di otak, sumsum tulang belakang
(terselip di dalam ruas-ruas tulang belakang), dan kabel-kabel saraf di seluruh
tubuh. Kabel saraf ini mirip kabel listrik. Kalau kita ingin menyalakan
televisi, ia harus mendapatkan sumber listrik terlebih dahulu melalui kabel
yang dihubungkan ke sumber listrik. Demikian pula dengan otot. Agar bisa
berkreativitas, otot harus mendapatkan sumber listrik, yang didapat melalui
"kabel saraf. Saat otak memerintahkannya bergerak, otot pun akan bergerak.
Sistem saraf juga bisa terkena
dampak dari penyakit diabetes. Komplikasi pada susunan saraf biasanya disebut
neuropati. Neuropati dapat terjadi pada saraf dari beberapa organ berikut:
1. Neuropati pada tungkai dan kaki
Gejala neuropati ini paling
terasa pada tungkai bawah dan kaki sebelah kiri dan kanan. Yang paling sering dirasakan adalah
kesemutan. Pada stadium lebih lanjut, dapat terjadi baal (kebas/mati rasa).
Terkadang dapat juga terasa panas (seperti kena cabai). Pada sebagian orang,
neuropati dapat menyebabkan nyeri, berdenyut terus-menerus (neuralgi). Jika
kondisinya sudah demikian, maka biasanya tidur pun akan terganggu.
2. Neuropati pada saluran pencernaan
Neuropati pada saluran cerna
dapat menyebabkan diare. Diare ini biasanya terjadi pada malam hari sehingga
disebut juga nocturnal diarrhe atau diare malam hari. Neuropati pada saluran
cerna juga dapat menyebabkan konstipasi (sulit buang air besar).
3. Neuropati kandung kencing
Neuropati pada kandung kencing
dapat menyebabkan kencing tidak lancar. Keluhan ini makin berat jika disertai
infeksi di saluran tersebut.

No comments:
Post a Comment